Nopember 2004
 
Teriakan Sally
 
 

 
 
 
Aksesori ...
Batik Stretch ...
Styling  ...
Eddy Betty ...
Sebastian ...
Nonton Show ...
Opera Cina ...
Arantxa Adi
"Kutur" Hitam
Teriakan Sally
 
HOME
 

Sebuah koleksi multi budaya dari Sally Koeswanto

 

Tahun 2002, dengan gaya rancangan agresif dan potongan tegas, karya Sally Koeswanto langsung menarik perhatian di tengah arus besar mode Indonesia yang lagi senang beranggung-anggun dan melambai-lambai. Perancang ini berani memadu kulit, sifon dan bulu dengan pengerjaan yang cakap dan langsung menjadi tanda tangan khasnya.

Namanya makin dikenal ketika Krisdayanti memakai rancangannya dalam berbagai pertunjukkan. Seperti ditulis dalam buku 1001KD, harga sebuah gaun Sally mencapai 40 juta rupiah. Dengan nama cukup dikenal dan bukan pendatang baru lagi, memang pantasnya Sally menggelar peragaan tunggal. Digelar 16 September 2004 di Hotwel Gran Melia, Jakarta, berjudul Heal Our Land.

Kalau banyak perancang perlu belasan, bahkan puluhan tahun, untuk berani mengeluarkan biografi, hanya dalam waktu tiga tahun Sally Koeswanto mencetaknya dalam sebuah buku catalog mewah yang menyertai peragaannya. Selain kisah perjalanan hidup, catalog itu memuat foto karya terbarunya.

“Saya menginterpretasikan kemelut, keindahan dan kekayaan negeri dalam sebuah rangkaian koleksi multi budaya,” kata Sally dalam buku catalog itu.

Batik menjadi elemen paling kuat dalam koleksi barunya. Di tangan Sally batik bukan menjadi gaun etnik. Ia cukup menerapkan bentuk motif batik lewat teknis lukis di atas stocking dan kaos pas badan dari bahan stretch net, seperti gaya kaos motif tato yang dipioniri pertama kali oleh Jean Paul Gaultier tahun 1980an dalam koleksi Indianya.

Bentuk motif batik dicetak juga di atas rompi kulit penuh lubang mata ayam dan tali temali atau menjadi motif yang ditaburi manik dan kristal pada gaun perak yang berjumbai fringe di bagian bawahnya. Nyaris tidak ada gaun yang berkesan bersih dan minimalis. Karya-karya Sally “berteriak” dan ramai mencampur berbagai unsure. Contohnya, rok mini terdiri dari rangkaian manik-manik perak digabung dengan blus tipis beraksen panil di bagian dada dengan kombinasi bulu di ujung lengan.

Api kekuatan Sally memang di situ, merangkai berbagai elemen menjadi kesatuan. Sekali ini multi budaya ia jadikan satu.

Itulah ungkapan gagasan megalomannya yang ingin menjadikan keragaman yang dimiliki negeri ini menjadi sebuah kekuatan. (MB)